FLOW LENGKAP · 7 LANGKAH
Checklist apply step-by-step
Dari CV sampai offer — jangan lewat satu langkah pun. Banyak kandidat gagal bukan karena tidak kompeten, tapi karena loncat langsung ke "apply" tanpa fondasi yang bener.
Siapkan fondasi (1× seumur hidup)
Kerjakan sekali, pakai terus. Jangan apply dulu sebelum ini beres.
- CV 1 halaman — angka > deskripsi, tailored per role bukan generic
- LinkedIn headline dan About section sudah diperbarui
- Portfolio URL aktif (GitHub, Notion, atau Google Drive — pilih satu)
- Email profesional (nama@gmail.com, bukan gamertagku99)
- Timezone overlap sudah ditulis eksplisit di CV (mis. UTC+7, overlap 3–5 jam dengan AEDT)
Riset sebelum apply (15–20 menit per perusahaan)
Jangan apply tanpa tahu siapa yang kamu lamar. Maks 5 menit riset = pitch yang lemah.
- Buka website perusahaan — baca halaman About dan product/service utama
- Cek Glassdoor / LinkedIn reviews: ada red flag budaya atau review ghosting?
- Cari hiring manager di LinkedIn — siapkan nama untuk di-mention di cover letter
- Validasi perusahaan: ada di Crunchbase, Clutch, atau G2? Domain email match?
- Catat timezone tim (tulis di tracker — berguna saat nego dan interview)
Tulis application yang spesifik
Satu application yang disesuaikan > 20 application copy-paste. Recruiter tahu bedanya.
- Cover letter: sebutkan nama perusahaan, satu masalah mereka yang kamu bisa selesaikan, dan satu angka dari pengalamanmu
- Ubah judul di CV sesuai judul yang tertulis di JD (ATS lebih ramah)
- Tambahkan 2–3 keyword dari JD ke summary atau skills section
- Lampirkan satu bukti nyata: link output task, repo GitHub, atau PDF case study
- Kirim sebelum jam 10 pagi waktu perusahaan target (open rate lebih tinggi)
Catat & track semua lamaran
Tanpa tracker, kamu akan lupa kapan apply dan ke siapa follow-up.
- Buka tracker lamaran — isi nama perusahaan, role, tanggal apply, dan link JD
- Set reminder follow-up 5–7 hari kerja setelah apply
- Catat nama recruiter / hiring manager jika diketahui
- Tandai status: Applied → Followed up → Interview scheduled → Offer / Rejected
- Arsipkan JD (simpan PDF) — kadang diambil down sebelum interview
Follow-up (wajib, sering dilewat)
Follow-up bukan mengganggu — itu profesional. Yang tidak follow-up yang sering hilang dari shortlist.
- Kirim follow-up 5–7 hari kerja setelah apply jika belum ada respon
- Format: "Hi [Nama], saya apply untuk [role] pada [tanggal]. Ingin konfirmasi apakah lamaran sudah diterima dan timeline selanjutnya."
- Maksimal 2× follow-up. Kalau tidak ada respon setelah itu, move on.
- Jika ada interview take-home, kirim email konfirmasi setelah selesai submit
- Setelah interview, kirim thank-you note dalam 24 jam
Persiapan interview
Interview remote lebih beda dari interview onsite — ada etika khusus yang perlu diketahui.
- Tes koneksi, kamera, dan mikrofon 30 menit sebelum interview
- Background rapi atau pakai virtual background netral
- Siapkan 3 cerita STAR yang bisa dipakai untuk banyak pertanyaan behavior
- Siapkan 2–3 pertanyaan untuk interviewer (tentang tim, proses async, atau onboarding)
- Catat nama, email, dan LinkedIn interviewer untuk follow-up
Evaluasi & negosiasi offer
Offer pertama hampir selalu bisa dinegosiasikan. Kamu tidak akan "dibatalkan" hanya karena counter.
- Minta semua detail tertulis: gross/net, kanal pembayaran, fee siapa yang tanggung, kurs apa
- Cek rate pasar dulu sebelum counter — jangan tebak-tebak
- Counter dengan angka dan alasan: "Berdasarkan riset saya untuk role ini di region [X], saya minta [Y]"
- Evaluasi selain angka: timezone overlap, async vs sync, trial period, scope eskalasi
- Minta 24–48 jam untuk review sebelum setuju — ini normal dan profesional
TOOLS YANG BISA MEMBANTU